Thursday, November 27, 2025

Catatan Winda: Pelatihan Pramuka pada KMD Angkatan 332



Ingin hati tetap di tempat,
Apa boleh buat,
Beredarlah aku 
Agar bisa bertambah ilmu


Kawan-kawan sesama peserta KMD



PART 1: INDOOR, SDN Padasuka 01

Tiga hari indoor, tiga hari outdoor. Kursus Mahir Dasar, atau disingkat KMD. Kali ini, berjumpalah saya dengan kawan-kawan satu kecamatan. 

Dalam kegiatan indoor atau dalam ruang, kegiatan dipadati dengan berbagai hal mengenai kepramukaan secara teori, keilmuan, dan pengadministrasian. Dari pagi sampai sore, walau badan penat dan kadang konsentrasi menurun, tetap harus dihadapi. 

Dalam tiga hari indoor, kebetulan saya tidak mengikuti kegiatan KMD hari pertama karena bertepatan dengan pelatihan lain di tempat yang berbeda. Hari kedua dan ketiga, baru mulai mengikuti kegiatan secara penuh, dari awal pagi pukul 07.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. A Full day long. Benar-benar kegiatan yang padat, namun, alhamdulillaah, sama sekali tidak membosankan.

Panitia penyelenggara, Kwartir Ranting Kutawaringin, mempersiapkan kegiatan sebaik mungkin agar peserta tidak merasakan kekecewaan berarti. Serta, tentu saja, para pelatih yang menghadirkan berbagai materi dengan gaya mereka masing-masing. 

Kegiatan hari pertama dipadati dengan seremonial pembukaan, perkenalan dengan para Pelatih dan sesama peserta, hingga pembagian regu. 

Memasuki hari kedua, kegiatan mulai terasa padat berisi. Kami semua diberikan materi berkaitan dengan kepramukaan, mulai dari sejarah, filosofi, hingga administrasi. Oh, tak lupa, kegiatan PBB dong! Semua pelatih, turun! Seru! Rasanya seperti penting tak penting. Meskipun kami bukan militer, tetapi baris berbaris menjadi bagian dari kepramukaan yang tak boleh terlupa. Pengemasannya juga menarik, sehingga PBB bukan lagi menjadi suatu hal yang membosankan atau bahkan melelahkan.

Semua itu dibalut dengan nuansa yang penuh kebersamaan dan keceriaan. Semua pelatih pembawaan yang humoris, sehingga padatnya kegiatan tetap terasa menyenangkan. 

Pada hari kedua dan ketiga, saya berada di Regu Aster, bergabung bersama kakak-kakak pembina lainnya yang super kreatif dan aktif. Kak Helmy, Kak Siti Fatimah, Kak Ratna, Kak Imas, Kak Sri, Kak Emma, serta Ibu Kabid Paud--yang meskipun sibuk tapi tetap menyempatkan diri ikut serta berkegiatan bersama kami. 



Yang jelas, kebersamaan sangat teruji di setiap regu. Kekompakan, kreatifitas, menjadi senjata regu. Ditambah lagi kakak-kakak pelatih yang luar biasa mengayomi di tengah-tengah kekocakan masing-masing, membuat suasana hari yang harusnya melelahkan menjadi agak ringan di hati. Haha, di badan mah tetap saja terasa penat di sore hari. Apalagi hujan deras di dua sore itu. Masyaallah.

Panitia yang solid lengkap dengan santapan yang alhamdulillah enak, membuat semua keluhan melayang entah kemana. Pagi snack, siang maksi, sore snack lagi, belum cemilan tambahan macam rujak atau apapun. Ah, tak ada keluhan berarti pokoknya. Tap Mantap! 

"Hatur nuhun, hatur nuhun, hatur nuhun, Kakak Pelatih...
Hatur nuhun, hatur nuhun, Ngarasa bagja kacida..."

Closing song setiap akhir materi disampaikan oleh pelatih seolah lekat dalam ingatan, oleh-oleh bagi kami dari KMD.

Sabtu sore di Padasuka 01, tempat kami berkegiatan selama tiga hari ini, Kamis-Jumat-Sabtu, ditutup dengan rencana berkemah di tiga hari akhir pekan depan. Persiapan ini dan itu, fisik dan mental, segala rupa. Apalagi di regu Aster ada dua orang busui, dan dua orang dengan alergi udara dingin. Tapi, optimis saja lah! Bismillaah, aman, lancar, terkendali. 

Semoga:)

 
================================================


PART 2: OUTDOOR, Awana Resort, Rancabali


Udara sejuk langsung menyergap seketika saat kaki turun dari mobil. Perjalanan dari rumah menuju lokasi perkemahan di wilayah selatan Kota Bandung membuat mata dimanjakan pemandangan indah. Apalagi kalau dilanjutkan ke Cianjur via jalur Cidaun. Duh, lupa. Ini bukan liburan.

Melihat carrier-carrier besar saling bertumpuk dengan logistik dan kayu bakar, mengundang aroma nostalgia. Berkemah selalu seru, baik saat cuaca cerah maupun hujan. Selalu ada kenangan. Yakin, deh. Sama seperti kali ini. Baru saja berkumpul dengan sesama anggota regu, kabut mulai turun, mencicil air menjadi gerimis tipis turun ke bumi. Asteria cantik ceria berbalut jaket tebal, pecacal-pecicil bersilatihrami cipika-cipiki di tengah suasana bingung kalang kabut. 



Betapa tidak, kami, Asteria, harus berpikir bagaimana caranya membuat gapura yang informatif sekaligus artistik dan estetik. Sementara ketika melirik regu tetangga, ada yang bawa gapura yang sudah jadi gapura beneran! Yap, gapura asli hahaha! 

Sementara kami harus putar otak bagaimana caranya membangun tenda sendiri, merapikan lokasi tenda, sekaligus membangun gapura. Waw, hebat deh! Meskipun dibantu oleh para suami yang 'dipaksa' untuk turun dulu dari mobil bukan hanya sekadar mengantar sampai lokasi, tapi tetap, kinerja kami yang dinilai!

Hari ke satu outdoor, alias hari ke empat KMD, kami langsung kejar tayang. Tidak lagi perkenalan ini itu, melainkan bersibuk ria sejak awal tiba.

Usai mendirikan tenda, menata ini itu di area tenda, kegiatan bersama langsung dimulai. Pelaksanaan dari materi teori selama tiga hari indoor menjadi 'makanan utama' kami disini. Daaan, langsung disambut hujan pula. Brrrrrrr....!

Semua Kakak Pelatih luar biasa. Banyak diantara kami yag masih pemula, baru mencoba kegiatan alam bebas, baru merasakan yang namanya CAMPING. Tapi kami saling bantu, saling peduli, saling jaga, saling saling saling deh pokoknya:) Kebersamaan sangat terasa selama perkemahan ini. Mulai dari berbagi makanan sampai berbagi make up dan skin care, hahahaha...

Berbagai ilmu kepramukaan juga didapat selama tiga hari ini berlangsung. Praktik tali temali, Baris berbaris, Siaga-Penggalang-Penegak-Pandega, berbagai ice breaking, berbagai sandi, dan masih tetap berhujan-hujan sampai malam terakhir camping....brrrrr.....DINGIN! Tapi pramuka harus kuat! Meskipun usia tak muda lagi, pramuka tetap harus tangguh!

Kebayang para emak-emak seperti kami ini berjuang melawan dingin, sementara kakak pelatih pun dengan usia yang lebih junior maupun senior sama-sama kedinginan namun tetap bersikeras tidak memakai jaket sampai waktu tugas selesai dan beristirahat.

Ok, baiklah, Kak. Tapi tetep, dingin, Ya allah!















Malam pertama dalam tenda, hanya ada kami berempat. Regu Kami, Aster, dari delapan anggota berkurang drastis karena beberapa diantara kawan se-regu tak kuat terhadap gempuran cuaca dan udara yang menusuk. Jadilah tenda agak kosong. Tak kurang rasa syukur kami karena hujan yang tak henti turun sampai tengah malam rupanya membuat tenda di regu tetangga ada yang kebanjiran dan mereka terpaksa pindah ke tenda peleton dengan isi tas yang basah semua. Alhamdulillah tenda kami mah, aman. Kami tidur dengan mata terpejam dan lumayan tibra :D

Alhasil, malam pertama, aman. Minus ini nih, tadinya pingin makan mi malam-malam atau minum susu/kopi gitulah. Tapi kondisi hujan-becek-gak ada ojek, bikin mager malas ngapa-ngapain. Bahkan bergerak ke toilet pun kalau saja bisa tahan sih, mending diam saja dalam tenda:) Dwingiinnn!^^


Hari kedua, kegiatan berlanjut sejak pagi tiba, diawali dengan Sholat subuh dan senam pagi bersama. Ada Senam Pramuka yang diperkenalkan pada kami oleh Kakak Pelatih, dan juga senam tambahan lain untuk menyemarakkan suasana. Sarapan pagi berjamaah juga lanjut dilaksanakan di regu kami dengan bahagianya, padahal menunya ga aneh-aneh, cukup Nasi Goreng Sagala Aya, Wkwkwkwk^^
Kegiatan dilanjutkan dengan praktik lapangan menggunakan Kompas, Menaksir, Peta Pita, Kode Sandi, hingga membuat tandu dan P3K yang kocak abis! Banyakan ketawanya daripada seriusnya, sih. Tapi seru! Dasar Ibu-ibu sama bapak-bapak mah pesertanya ya gini-gini. Kalo terlalu serius malah enggak ingat apa-apa, enggak masuk ilmunya:)) 

Titik terakhir sebelum kembali ke tenda, adalah berjumpa kembali dengan Kak Tatang dengan materi Semaphore alias Semapur tea. Kak Siti sebagai pinru maju bersama Kak Neng Ratna mempraktikkan gerakan Semaphore untuk kami terka huruf apa saja yang diperagakan. Hasilnya? Lumayan lah, meleset sedikit, hihihi^^ 

Usai istirahat siang, makan berjamaah lagi, solat dhuhur, bersiap dengan materi lain sampai jelang maghrib. Materinya sangat penting, yaitu praktik membina Pramuka Penggalang maupun Siaga di depan Kakak Pelatih, lalu menampilkan kreasi seni masing-masing regu di malam nanti. 

Waktu sangat padat, dan harus diatur sedemikian rupa agar semua tugas dapat dilaksanakan semaksimal mungkin. Anggota regu kami ada yang kurang sehat sejak hari pertama, namun alhamdulillah, sejak hari kedua, sampai hari terakhir, kami bisa hadir full team. 

Setelah Isya, kami bersiap untuk berkumpul di tenda utama. Hujan tanpa henti sejak sore, jadinya yah, mungkin itu alasan panitia untuk mengumpulkan kami di tenda saja, tenda peleton yang cukup untuk dimasuki semua peserta dan panitia dalam situasi berdiri. 

Jujur, saya kira tidak akan ada acara unggun. Penyebabnya ya hujan itu tadi, enggak ada berhentinya. Makin malam makin syahdu sekaligus dwingin. Brrrr....Tapi tetap tak boleh pakai jaket~~

Semua regu berkumpul, kakak pelatih juga siap sedia mendampingi. Rupanya malam ini acara unggun akan tetap dilaksanakan, namun dengan cara yang berbeda, tanpa API .....

Kakak Pelatih, Kak Rika, meminta salah satu dari peserta untuk menjadi pembawa acara. Maunya sih, saya enggak usah tampil, ingin menikmati jadi peserta saja dulu. Tapi ada suara-suara keras di sebelah saya yang serempak menyebut nama saya, "KAK WINDA!" yang membuat Kak Rika akhirnya tak mau menunggu lama lagi atau cari pilihan lain lagi. Baiklah. Kita buat kenangan ini malam ini agar lebih berkesan. 

Jadilah Kak Rika mengarahkan saya secara kilat dengan beberapa kali gladi resik di dalam tenda itu. Suatu acara unggun yang khidmat, dalam, dan mengesankan. Di antara temaramnya lampu darurat, dan kilatan lampu senter dari ponsel. Tanpa Api. Acara unggun tetap berlangsung, namun sekali lagi, tanpa api membara dari kayu bakar yang sengaja kami bawa dari rumah. Tak ada wajah-wajah yang menghangat karena api unggun. 

Tapi kami punya nyala senter dari ponsel. 

Itulah 'api unggun' kami malam ini.
Terima kasih, Asterian yang cantik jelita manis mempesona, tanpa kalian, saya tidak akan menjadi bagian penting dari acara istimewa kita di malam terakhir ini. 





Lalu bagaimana dengan tampilan karya seni di malam ini? Semua istimewa dan berkesan. Ada yang menampilkan tarian, ada yang menampilkan tarian lain, ada juga yang menampilkan tarian-tarian lainnya, wkwkwkw. Intinya, banyak yang menari. Oh, kecuali Regu Macan, para bapaks! Mungkin semacam tepuk atau jokes ya, antara lucu dan konyol:)) Ah, maafkan! Satu kata yang teringat: MENGGELINDING! Hahahaha!

Kami? Aster tampil dengan, mm, puisi, dan plesetan lagu 'YANK' dari Wali Band^^ Yaaaah, lumayan laaah. Minimal ada usaha. Ya, gak, Gaes! 

Di akhir malam, acara ditutup dengan ucapan bernada ambigu. Bahwa sepertinya tidak akan ada apa-apa lagi setelah acara penampilan seni, tapi akan ada kemungkinan lain pula seperti....oh! Akan ada kejutan? Hmm....tapi di hari sebelumnya memang sempat ada kabar bahwa tidak akan ada pelantikan atau jurit malam atau apalah itu namanya. 

Maka kembalilah kami semua ke tenda, dalam keadaan kedinginan karena hujan masih turun meski tak sederas tadi. Di tenda, malam ini lebih hangat dibanding malam kemarin. Tenda kapasitas delapan hanya diisi empat tadi malam, kali ini bertambah dua penghuni. Saya, Kak Emma, Kak Helmi, Kak Siti, ditambah Kak Isum dan Kak Nci yang malam ini ikut bermalam. Hangaaatttt^^ Ngobrol-ngobrol sambil agak berbisik sampai larut malam, lalu ketiduran bareng-bareng:) 

"Buat aku mah, ini pengalaman pertama kemping di tenda bari hujannnn..."kisah Kak Emma semalam. Gimana, Kak Emma, asik kan? Brrrrrrr~~ Dan Kak Emma pun bobo dengan nyenyaknya di dalam sleeping bag di pojokan tenda.

Dan tibalah saatnya 'kejutan' itu datang. Kurang lebih pukul 01 dinihari, seseorang datang ke pintu tenda kami, dan menyuruh kami turun ke lapang segera. Rupanya itulah saat penting yang kami tunggu-tunggu. Momen penting inilah yang menandakan kami tiba di ujung jalan, setelah lelah enam hari indoor dan outdoor berkegiatan dalam KMD. 

Mata kami ditutup rapat dengan scarf yang kami pakai. Hanya cahaya lilin yang menerangi sekeliling kami. Lalu terdengar suara bisikan Kakak Pelatih tentang orang-orang yang berarti dalam hidup kita, membuat kami terisak. Betapa tidak, hening malam, udara sejuk, di antara rintik gerimis, mata tertutup dan hanya cahaya lilin, membuat semua kata-kata pelatih langsung masuk ke hati. 

Sisa cerita malam itu, sttttt...rahasia.....tak boleh diceritakan....hanya boleh dialami sendiri....

Setelah selesai, lilin ditiup, kami pun kembali ke tenda dan meringkuk lagi ke dalam kantung tidur sampai Adzan Subuh terdengar.


Singkat cerita, hari terakhir kami berada di lokasi perkemahan, merupakan penutupan kegiatan selama 3 hari indoor dan 3 hari outdoor. Seluruh peserta dan pelatih, dan tentu saja panitia penyelenggara, semua berkumpul di lapangan utama untuk melakukan penutupan kegiatan. Dihadiri oleh perwakilan Pramuka Kwarcab Kabupaten Bandung, di sela-sela gerimis yang pulang-pergi menerpa wajah kami, prosesi berlangsung khidmat. Tak terlepas dari rengekan orang rumah via WA yang meminta kami cepat pulang:) 

Suasana mengharu-biru pada saat pencopotan tanda peserta KMD, serta penyematan pin Narakarya. Peluk cium, salam sayang salam hormat, menjadi salam perpisahan untuk sementara. 


Kita berpisah untuk berjumpa lagi membuat Narakarya.
Sampai jumpa lagi, Aster!

Sehat selalu dan cantik selalu!^^ 















No comments:

Post a Comment