Showing posts with label PERLU TAHU. Show all posts
Showing posts with label PERLU TAHU. Show all posts

Sunday, November 30, 2025

RANGKUMAN MATERI PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 5 SEMESTER 1 KURIKULUM MERDEKA

 


RANGKUMAN PPKn KELAS 5 – SEMESTER 

A. PANCASILA

Apa itu Pancasila?

Pedoman hidup bangsa Indonesia. Ada 5 sila.

🟡 1. Ketuhanan Yang Maha Esa

✔ Berdoa
✔ Toleransi beragama

🔵 2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

✔ Tidak membully
✔ Saling membantu

🔴 3. Persatuan Indonesia

✔ Cinta tanah air
✔ Menghargai perbedaan

🟢 4. Kerakyatan dalam Permusyawaratan

✔ Musyawarah
✔ Tidak memaksakan pendapat

🟣 5. Keadilan Sosial bagi Semua Rakyat

✔ Bersikap adil
✔ Tidak egois


📘 B. NORMA DAN ATURAN

Jenis NormaContoh
AgamaIbadah, jujur
❤️ KesusilaanTidak mencuri/berbohong
🙏 KesopananMenghormati orang lain
📜 HukumTata tertib sekolah, aturan lalu lintas

👉 Norma membantu kehidupan menjadi tertib dan aman.


🧒 C. HAK & KEWAJIBAN

🟦 Hak Siswa

  • Bersekolah

  • Bermain

  • Dilindungi

🟧 Kewajiban Siswa

  • Belajar dengan sungguh-sungguh

  • Menghormati guru/orang tua

  • Menjaga kebersihan

👉 Hak dan kewajiban harus seimbang.


🦅 D. SIMBOL NEGARA

SimbolMakna
🇮🇩 Merah PutihBerani & suci
🦅 Garuda PancasilaKekuatan & persatuan
🎶 Indonesia RayaLagu kebangsaan
🗣️ Bahasa IndonesiaBahasa persatuan
🎗️ Bhinneka Tunggal IkaBerbeda-beda tetapi tetap satu

🕰️ E. SEJARAH KEMERDEKAAN RI

📌 1. Masa Penjajahan

Indonesia dijajah Belanda & Jepang.

📌 2. Kebangkitan Nasional – 1908

Lahirnya Boedi Oetomo → rakyat mulai bersatu.

📌 3. Sumpah Pemuda – 1928

Satu nusa, satu bangsa, satu bahasa: Indonesia.

📌 4. BPUPKI – 1945

Menyusun dasar negara (Pancasila).

📌 5. Proklamasi Kemerdekaan – 17 Agustus 1945

Dibacakan oleh Soekarno–Hatta.
➡️ Hari lahirnya Negara Indonesia!


✏️ KISI-KISI RINGKAS UNTUK ULANGAN

🟥 Yang perlu kamu hafal:

  • 5 sila Pancasila + contohnya

  • Jenis-jenis norma

  • Contoh hak & kewajiban

  • Simbol-simbol negara

  • Peristiwa penting menuju kemerdekaan

🟦 Yang perlu kamu pahami:

  • Sikap yang sesuai sila Pancasila

  • Akibat melanggar norma

  • Contoh kewajiban di rumah/sekolah

    Demikian, semoga bermanfaat yaa!

Thursday, November 27, 2025

Catatan Winda: Pelatihan Pramuka pada KMD Angkatan 332



Ingin hati tetap di tempat,
Apa boleh buat,
Beredarlah aku 
Agar bisa bertambah ilmu


Kawan-kawan sesama peserta KMD



PART 1: INDOOR, SDN Padasuka 01

Tiga hari indoor, tiga hari outdoor. Kursus Mahir Dasar, atau disingkat KMD. Kali ini, berjumpalah saya dengan kawan-kawan satu kecamatan. 

Dalam kegiatan indoor atau dalam ruang, kegiatan dipadati dengan berbagai hal mengenai kepramukaan secara teori, keilmuan, dan pengadministrasian. Dari pagi sampai sore, walau badan penat dan kadang konsentrasi menurun, tetap harus dihadapi. 

Dalam tiga hari indoor, kebetulan saya tidak mengikuti kegiatan KMD hari pertama karena bertepatan dengan pelatihan lain di tempat yang berbeda. Hari kedua dan ketiga, baru mulai mengikuti kegiatan secara penuh, dari awal pagi pukul 07.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. A Full day long. Benar-benar kegiatan yang padat, namun, alhamdulillaah, sama sekali tidak membosankan.

Panitia penyelenggara, Kwartir Ranting Kutawaringin, mempersiapkan kegiatan sebaik mungkin agar peserta tidak merasakan kekecewaan berarti. Serta, tentu saja, para pelatih yang menghadirkan berbagai materi dengan gaya mereka masing-masing. 

Kegiatan hari pertama dipadati dengan seremonial pembukaan, perkenalan dengan para Pelatih dan sesama peserta, hingga pembagian regu. 

Memasuki hari kedua, kegiatan mulai terasa padat berisi. Kami semua diberikan materi berkaitan dengan kepramukaan, mulai dari sejarah, filosofi, hingga administrasi. Oh, tak lupa, kegiatan PBB dong! Semua pelatih, turun! Seru! Rasanya seperti penting tak penting. Meskipun kami bukan militer, tetapi baris berbaris menjadi bagian dari kepramukaan yang tak boleh terlupa. Pengemasannya juga menarik, sehingga PBB bukan lagi menjadi suatu hal yang membosankan atau bahkan melelahkan.

Semua itu dibalut dengan nuansa yang penuh kebersamaan dan keceriaan. Semua pelatih pembawaan yang humoris, sehingga padatnya kegiatan tetap terasa menyenangkan. 

Pada hari kedua dan ketiga, saya berada di Regu Aster, bergabung bersama kakak-kakak pembina lainnya yang super kreatif dan aktif. Kak Helmy, Kak Siti Fatimah, Kak Ratna, Kak Imas, Kak Sri, Kak Emma, serta Ibu Kabid Paud--yang meskipun sibuk tapi tetap menyempatkan diri ikut serta berkegiatan bersama kami. 



Yang jelas, kebersamaan sangat teruji di setiap regu. Kekompakan, kreatifitas, menjadi senjata regu. Ditambah lagi kakak-kakak pelatih yang luar biasa mengayomi di tengah-tengah kekocakan masing-masing, membuat suasana hari yang harusnya melelahkan menjadi agak ringan di hati. Haha, di badan mah tetap saja terasa penat di sore hari. Apalagi hujan deras di dua sore itu. Masyaallah.

Panitia yang solid lengkap dengan santapan yang alhamdulillah enak, membuat semua keluhan melayang entah kemana. Pagi snack, siang maksi, sore snack lagi, belum cemilan tambahan macam rujak atau apapun. Ah, tak ada keluhan berarti pokoknya. Tap Mantap! 

"Hatur nuhun, hatur nuhun, hatur nuhun, Kakak Pelatih...
Hatur nuhun, hatur nuhun, Ngarasa bagja kacida..."

Closing song setiap akhir materi disampaikan oleh pelatih seolah lekat dalam ingatan, oleh-oleh bagi kami dari KMD.

Sabtu sore di Padasuka 01, tempat kami berkegiatan selama tiga hari ini, Kamis-Jumat-Sabtu, ditutup dengan rencana berkemah di tiga hari akhir pekan depan. Persiapan ini dan itu, fisik dan mental, segala rupa. Apalagi di regu Aster ada dua orang busui, dan dua orang dengan alergi udara dingin. Tapi, optimis saja lah! Bismillaah, aman, lancar, terkendali. 

Semoga:)

 
================================================


PART 2: OUTDOOR, Awana Resort, Rancabali


Udara sejuk langsung menyergap seketika saat kaki turun dari mobil. Perjalanan dari rumah menuju lokasi perkemahan di wilayah selatan Kota Bandung membuat mata dimanjakan pemandangan indah. Apalagi kalau dilanjutkan ke Cianjur via jalur Cidaun. Duh, lupa. Ini bukan liburan.

Melihat carrier-carrier besar saling bertumpuk dengan logistik dan kayu bakar, mengundang aroma nostalgia. Berkemah selalu seru, baik saat cuaca cerah maupun hujan. Selalu ada kenangan. Yakin, deh. Sama seperti kali ini. Baru saja berkumpul dengan sesama anggota regu, kabut mulai turun, mencicil air menjadi gerimis tipis turun ke bumi. Asteria cantik ceria berbalut jaket tebal, pecacal-pecicil bersilatihrami cipika-cipiki di tengah suasana bingung kalang kabut. 



Betapa tidak, kami, Asteria, harus berpikir bagaimana caranya membuat gapura yang informatif sekaligus artistik dan estetik. Sementara ketika melirik regu tetangga, ada yang bawa gapura yang sudah jadi gapura beneran! Yap, gapura asli hahaha! 

Sementara kami harus putar otak bagaimana caranya membangun tenda sendiri, merapikan lokasi tenda, sekaligus membangun gapura. Waw, hebat deh! Meskipun dibantu oleh para suami yang 'dipaksa' untuk turun dulu dari mobil bukan hanya sekadar mengantar sampai lokasi, tapi tetap, kinerja kami yang dinilai!

Hari ke satu outdoor, alias hari ke empat KMD, kami langsung kejar tayang. Tidak lagi perkenalan ini itu, melainkan bersibuk ria sejak awal tiba.

Usai mendirikan tenda, menata ini itu di area tenda, kegiatan bersama langsung dimulai. Pelaksanaan dari materi teori selama tiga hari indoor menjadi 'makanan utama' kami disini. Daaan, langsung disambut hujan pula. Brrrrrrr....!

Semua Kakak Pelatih luar biasa. Banyak diantara kami yag masih pemula, baru mencoba kegiatan alam bebas, baru merasakan yang namanya CAMPING. Tapi kami saling bantu, saling peduli, saling jaga, saling saling saling deh pokoknya:) Kebersamaan sangat terasa selama perkemahan ini. Mulai dari berbagi makanan sampai berbagi make up dan skin care, hahahaha...

Berbagai ilmu kepramukaan juga didapat selama tiga hari ini berlangsung. Praktik tali temali, Baris berbaris, Siaga-Penggalang-Penegak-Pandega, berbagai ice breaking, berbagai sandi, dan masih tetap berhujan-hujan sampai malam terakhir camping....brrrrr.....DINGIN! Tapi pramuka harus kuat! Meskipun usia tak muda lagi, pramuka tetap harus tangguh!

Kebayang para emak-emak seperti kami ini berjuang melawan dingin, sementara kakak pelatih pun dengan usia yang lebih junior maupun senior sama-sama kedinginan namun tetap bersikeras tidak memakai jaket sampai waktu tugas selesai dan beristirahat.

Ok, baiklah, Kak. Tapi tetep, dingin, Ya allah!















Malam pertama dalam tenda, hanya ada kami berempat. Regu Kami, Aster, dari delapan anggota berkurang drastis karena beberapa diantara kawan se-regu tak kuat terhadap gempuran cuaca dan udara yang menusuk. Jadilah tenda agak kosong. Tak kurang rasa syukur kami karena hujan yang tak henti turun sampai tengah malam rupanya membuat tenda di regu tetangga ada yang kebanjiran dan mereka terpaksa pindah ke tenda peleton dengan isi tas yang basah semua. Alhamdulillah tenda kami mah, aman. Kami tidur dengan mata terpejam dan lumayan tibra :D

Alhasil, malam pertama, aman. Minus ini nih, tadinya pingin makan mi malam-malam atau minum susu/kopi gitulah. Tapi kondisi hujan-becek-gak ada ojek, bikin mager malas ngapa-ngapain. Bahkan bergerak ke toilet pun kalau saja bisa tahan sih, mending diam saja dalam tenda:) Dwingiinnn!^^


Hari kedua, kegiatan berlanjut sejak pagi tiba, diawali dengan Sholat subuh dan senam pagi bersama. Ada Senam Pramuka yang diperkenalkan pada kami oleh Kakak Pelatih, dan juga senam tambahan lain untuk menyemarakkan suasana. Sarapan pagi berjamaah juga lanjut dilaksanakan di regu kami dengan bahagianya, padahal menunya ga aneh-aneh, cukup Nasi Goreng Sagala Aya, Wkwkwkwk^^
Kegiatan dilanjutkan dengan praktik lapangan menggunakan Kompas, Menaksir, Peta Pita, Kode Sandi, hingga membuat tandu dan P3K yang kocak abis! Banyakan ketawanya daripada seriusnya, sih. Tapi seru! Dasar Ibu-ibu sama bapak-bapak mah pesertanya ya gini-gini. Kalo terlalu serius malah enggak ingat apa-apa, enggak masuk ilmunya:)) 

Titik terakhir sebelum kembali ke tenda, adalah berjumpa kembali dengan Kak Tatang dengan materi Semaphore alias Semapur tea. Kak Siti sebagai pinru maju bersama Kak Neng Ratna mempraktikkan gerakan Semaphore untuk kami terka huruf apa saja yang diperagakan. Hasilnya? Lumayan lah, meleset sedikit, hihihi^^ 

Usai istirahat siang, makan berjamaah lagi, solat dhuhur, bersiap dengan materi lain sampai jelang maghrib. Materinya sangat penting, yaitu praktik membina Pramuka Penggalang maupun Siaga di depan Kakak Pelatih, lalu menampilkan kreasi seni masing-masing regu di malam nanti. 

Waktu sangat padat, dan harus diatur sedemikian rupa agar semua tugas dapat dilaksanakan semaksimal mungkin. Anggota regu kami ada yang kurang sehat sejak hari pertama, namun alhamdulillah, sejak hari kedua, sampai hari terakhir, kami bisa hadir full team. 

Setelah Isya, kami bersiap untuk berkumpul di tenda utama. Hujan tanpa henti sejak sore, jadinya yah, mungkin itu alasan panitia untuk mengumpulkan kami di tenda saja, tenda peleton yang cukup untuk dimasuki semua peserta dan panitia dalam situasi berdiri. 

Jujur, saya kira tidak akan ada acara unggun. Penyebabnya ya hujan itu tadi, enggak ada berhentinya. Makin malam makin syahdu sekaligus dwingin. Brrrr....Tapi tetap tak boleh pakai jaket~~

Semua regu berkumpul, kakak pelatih juga siap sedia mendampingi. Rupanya malam ini acara unggun akan tetap dilaksanakan, namun dengan cara yang berbeda, tanpa API .....

Kakak Pelatih, Kak Rika, meminta salah satu dari peserta untuk menjadi pembawa acara. Maunya sih, saya enggak usah tampil, ingin menikmati jadi peserta saja dulu. Tapi ada suara-suara keras di sebelah saya yang serempak menyebut nama saya, "KAK WINDA!" yang membuat Kak Rika akhirnya tak mau menunggu lama lagi atau cari pilihan lain lagi. Baiklah. Kita buat kenangan ini malam ini agar lebih berkesan. 

Jadilah Kak Rika mengarahkan saya secara kilat dengan beberapa kali gladi resik di dalam tenda itu. Suatu acara unggun yang khidmat, dalam, dan mengesankan. Di antara temaramnya lampu darurat, dan kilatan lampu senter dari ponsel. Tanpa Api. Acara unggun tetap berlangsung, namun sekali lagi, tanpa api membara dari kayu bakar yang sengaja kami bawa dari rumah. Tak ada wajah-wajah yang menghangat karena api unggun. 

Tapi kami punya nyala senter dari ponsel. 

Itulah 'api unggun' kami malam ini.
Terima kasih, Asterian yang cantik jelita manis mempesona, tanpa kalian, saya tidak akan menjadi bagian penting dari acara istimewa kita di malam terakhir ini. 





Lalu bagaimana dengan tampilan karya seni di malam ini? Semua istimewa dan berkesan. Ada yang menampilkan tarian, ada yang menampilkan tarian lain, ada juga yang menampilkan tarian-tarian lainnya, wkwkwkw. Intinya, banyak yang menari. Oh, kecuali Regu Macan, para bapaks! Mungkin semacam tepuk atau jokes ya, antara lucu dan konyol:)) Ah, maafkan! Satu kata yang teringat: MENGGELINDING! Hahahaha!

Kami? Aster tampil dengan, mm, puisi, dan plesetan lagu 'YANK' dari Wali Band^^ Yaaaah, lumayan laaah. Minimal ada usaha. Ya, gak, Gaes! 

Di akhir malam, acara ditutup dengan ucapan bernada ambigu. Bahwa sepertinya tidak akan ada apa-apa lagi setelah acara penampilan seni, tapi akan ada kemungkinan lain pula seperti....oh! Akan ada kejutan? Hmm....tapi di hari sebelumnya memang sempat ada kabar bahwa tidak akan ada pelantikan atau jurit malam atau apalah itu namanya. 

Maka kembalilah kami semua ke tenda, dalam keadaan kedinginan karena hujan masih turun meski tak sederas tadi. Di tenda, malam ini lebih hangat dibanding malam kemarin. Tenda kapasitas delapan hanya diisi empat tadi malam, kali ini bertambah dua penghuni. Saya, Kak Emma, Kak Helmi, Kak Siti, ditambah Kak Isum dan Kak Nci yang malam ini ikut bermalam. Hangaaatttt^^ Ngobrol-ngobrol sambil agak berbisik sampai larut malam, lalu ketiduran bareng-bareng:) 

"Buat aku mah, ini pengalaman pertama kemping di tenda bari hujannnn..."kisah Kak Emma semalam. Gimana, Kak Emma, asik kan? Brrrrrrr~~ Dan Kak Emma pun bobo dengan nyenyaknya di dalam sleeping bag di pojokan tenda.

Dan tibalah saatnya 'kejutan' itu datang. Kurang lebih pukul 01 dinihari, seseorang datang ke pintu tenda kami, dan menyuruh kami turun ke lapang segera. Rupanya itulah saat penting yang kami tunggu-tunggu. Momen penting inilah yang menandakan kami tiba di ujung jalan, setelah lelah enam hari indoor dan outdoor berkegiatan dalam KMD. 

Mata kami ditutup rapat dengan scarf yang kami pakai. Hanya cahaya lilin yang menerangi sekeliling kami. Lalu terdengar suara bisikan Kakak Pelatih tentang orang-orang yang berarti dalam hidup kita, membuat kami terisak. Betapa tidak, hening malam, udara sejuk, di antara rintik gerimis, mata tertutup dan hanya cahaya lilin, membuat semua kata-kata pelatih langsung masuk ke hati. 

Sisa cerita malam itu, sttttt...rahasia.....tak boleh diceritakan....hanya boleh dialami sendiri....

Setelah selesai, lilin ditiup, kami pun kembali ke tenda dan meringkuk lagi ke dalam kantung tidur sampai Adzan Subuh terdengar.


Singkat cerita, hari terakhir kami berada di lokasi perkemahan, merupakan penutupan kegiatan selama 3 hari indoor dan 3 hari outdoor. Seluruh peserta dan pelatih, dan tentu saja panitia penyelenggara, semua berkumpul di lapangan utama untuk melakukan penutupan kegiatan. Dihadiri oleh perwakilan Pramuka Kwarcab Kabupaten Bandung, di sela-sela gerimis yang pulang-pergi menerpa wajah kami, prosesi berlangsung khidmat. Tak terlepas dari rengekan orang rumah via WA yang meminta kami cepat pulang:) 

Suasana mengharu-biru pada saat pencopotan tanda peserta KMD, serta penyematan pin Narakarya. Peluk cium, salam sayang salam hormat, menjadi salam perpisahan untuk sementara. 


Kita berpisah untuk berjumpa lagi membuat Narakarya.
Sampai jumpa lagi, Aster!

Sehat selalu dan cantik selalu!^^ 















Wednesday, October 23, 2024

DAFTAR NAMA MENTERI KABINET MERAH PUTIH



Presiden Prabowo Subianto melantik para menteri Kabinet Merah Putih yang akan membantu dalam pemerintahannya bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming pada lima tahun ke depan. Pelantikan tersebut berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 21 Oktober 2024.

 

Pelantikan para menteri negara berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 133/P Tahun 2024 tentang Pembentukan Kementerian Negara dan Pengangkatan Menteri Negara Kabinet Merah Putih Periode Tahun 2024-2029.

 

Adapun para menteri negara yang dilantik oleh Presiden Prabowo antara lain:

 

  1. Budi Gunawan, sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan;
  2. Yusril Ihza Mahendra, sebagai Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan;
  3. Airlangga Hartarto, sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian;
  4. Pratikno, sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan;
  5. Agus Harimurti Yudhoyono, sebagai Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan;
  6. Abdul Muhaimin Iskandar, sebagai Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat;
  7. Zulkifli Hasan, sebagai Menteri Koordinator Bidang Pangan;
  8. Prasetyo Hadi, sebagai Menteri Sekretaris Negara;
  9. Muhammad Tito Karnavian, sebagai Menteri Dalam Negeri;
  10. Sugiono, sebagai Menteri Luar Negeri;
  11. Sjafrie Sjamsoeddin, sebagai Menteri Pertahanan;
  12. Nasaruddin Umar, sebagai Menteri Agama;
  13. Supratman Andi Agtas, sebagai Menteri Hukum;
  14. Natalius Pigai, sebagai Menteri Hak Asasi Manusia;
  15. Agus Andrianto, sebagai Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan;
  16. Sri Mulyani Indrawati, sebagai Menteri Keuangan;
  17. Abdul Mu’ti, sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah;
  18. Satryo Soemantri Brojonegoro, sebagai Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi;
  19. Fadli Zon, sebagai Menteri Kebudayaan;
  20. Budi Gunadi Sadikin, sebagai Menteri Kesehatan;
  21. Saifullah Yusuf, sebagai Menteri Sosial;
  22. Yassierli, sebagai Menteri Ketenagakerjaan;
  23. Abdul Kadir Karding, sebagai Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia
  24. Agus Gumiwang Kartasasmita, sebagai Menteri Perindustrian;
  25. Budi Santoso, sebagai Menteri Perdagangan;
  26. Bahlil Lahadalia, sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral;
  27. Dody Hanggodo, sebagai Menteri Pekerjaan Umum;
  28. Maruarar Sirait, sebagai Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman;
  29. Yandri Susanto, sebagai Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal;
  30. M. Iftitah Sulaiman, sebagai Menteri Transmigrasi;
  31. Dody Purwagandhi, sebagai Menteri Perhubungan;
  32. Meutya Viada Hafid, sebagai Menteri Komunikasi dan Digital;
  33. Andi Amran Sulaiman, sebagai Menteri Pertanian;
  34. Raja Juli Antoni, sebagai Menteri Kehutanan;
  35. Sakti Wahyu Trenggono, sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan;
  36. Nusron Wahid, sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional
  37. Rachmat Pambudy, sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas
  38. Rini Widyantini, sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
  39. Erick Thohir, sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara
  40. Wihaji, sebagai Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN;
  41. Hanif Faisol Nurofiq, sebagai Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup;
  42. Rosan Perkasa Roeslani, sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal;
  43. Budi Arie Setiadi, sebagai Menteri Koperasi;
  44. Maman Abdurahman, sebagai Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah;
  45. Widianti Putri, sebagai Menteri Pariwisaata
  46. Teuku Riefky Harsya, sebagai Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif;
  47. Arifatul Choiri Fauzi, sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak; dan
  48. Ario Bimo Nandito Ariotedjo, sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga.


Adapun para wakil menteri yang dilantik oleh Presiden Prabowo antara lain:

 

  1. Lodewijk Freidrich Paulus, sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan;
  2. Otto Hasibuan, sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan;
  3. Bambang Eko Suhariyanto, sebagai Wakil Menteri Sekretaris Negara;
  4. Juri Ardiantoro, sebagai Wakil Menteri Sekretaris Negara;
  5. Bima Arya Sugiarto, sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri;
  6. Ribka Haluk, sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri;
  7. Muhammad Anis Matta, sebagai Wakil Menteri Luar Negeri;
  8. Arrmanatha Christiawan Nasir, sebagai Wakil Menteri Luar Negeri;
  9. Arif Havas, sebagai Wakil Menteri Luar Negeri;
  10. Doni Hermawan, sebagai Wakil Menteri Pertahanan;
  11. R. Muhammad Syafi’i, sebagai Wakil Menteri Agama;
  12. Edward Omar Sharif Hiariej, sebagai Wakil Menteri Hukum;
  13. Mugiyanto, sebagai Wakil Menteri Hak Asasi Manusia;
  14. Silmy Karim, sebagai Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan;
  15. Thomas AM Djiwandono, sebagai Wakil Menteri Keuangan;
  16. Suahasil Nazara, sebagai Wakil Menteri Keuangan;
  17. Anggito Abimanyu, sebagai Wakil Menteri Keuangan;
  18. Fajar Riza Ul haq, sebagai Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah;
  19. Atip Latipulhayat, sebagai Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah;
  20. Fauzan, sebagai Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi;
  21. Stella Christie, sebagai Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi;
  22. Giring Ganesha, sebagai Wakil Menteri Kebudayaan;
  23. Dante Saksono Harbuwono, sebagai Wakil Menteri Kesehatan;
  24. Agus Jabo Priyono, sebagai Wakil Menteri Sosial;
  25. Immanuel Ebenezer Gerungan, sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan;
  26. Christina Aryani, sebagai Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Wakil Kepala BP2MI;
  27. Dzulfikar Ahmad Tawala, sebagai Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Wakil Kepala BP2MI;
  28. Faisol Riza, sebagai Wakil Menteri Perindustrian;
  29. Dyah Roro Esti Widya Putri, sebagai Wakil Menteri Perdagangan;
  30. Yuliot, sebagai Wakil Menteri ESDM;
  31. Diana Kusumastuti, sebagai Wakil Menteri Pekerjaan Umum;
  32. Fahri Hamzah, sebagai Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman;
  33. Ahmad Riza Patria, sebagai Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal;
  34. Viva Yoga Mauladi, sebagai Wakil Menteri Transmigrasi;
  35. Suntana, sebagai Wakil Menteri Perhubungan;
  36. Angga Raka Prabowo, sebagai Wakil Menteri Komunikasi dan Digital;
  37. Nezar Patria, sebagai Wakil Menteri Komunikasi dan Digital;
  38. Sudaryono, sebagai Wakil Menteri Pertanian;
  39. Sulaiman Umar, sebagai Wakil Menteri Kehutanan;
  40. Didit Herdiawan, sebagai Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan;
  41. Ossy Dermawan, sebagai Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional;
  42. Febrian Alphyanto Ruddyard, sebagai Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Wakil Kepala Bappenas;
  43. Purwadi Arianto, sebagai Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi;
  44. Kartiko Wirjoatmodjo, sebagai Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara;
  45. Aminuddin Ma’ruf, sebagai Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara;
  46. Dony Oskaria, sebagai Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara;
  47. Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, sebagai Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN;
  48. Diaz Faisal Malik Hendropiyono, sebagai Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup;
  49. Todotua Pasaribu, sebagai Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal;
  50. Ferry Joko Yuliantono, sebagai Wakil Menteri Koperasi;
  51. Helvi Yuni, sebagai Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah;
  52. Ni Luh Enik Ernawati, sebagai Wakil Menteri Pariwisaata;
  53. Irene Umar, sebagai Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif;
  54. Veronica Tan, sebagai Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak; dan
  55. Taufik Hidayat, sebagai Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga.

Pada kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga melantik Teddy Indra Wijaya sebagai Sekretaris Kabinet berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia 143/P Tahun 2024 tentang Pengangkatan Sekretaris Kabinet. Presiden Prabowo turut melantik Muhammad Qodari sebagai Wakil Kepala Staf Kepresidenan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 137/P Tahun 2024 tentang Pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala Staf Kepresidenan. 

 

Selanjutnya, Presiden Prabowo memimpin pengucapan sumpah para pejabat periode tahun 2024-2029.


Sumber: KEMENTRIAN SEKRETARIAT NEGARA REPUBLIK INDONESIA



Thursday, November 10, 2022

Matematika Kelas 5 : SKALA

pada kesempatan hari ini kita akan membahas tentang cara menghitung skala, jarak sebenarnya, dan jarak pada peta. Skala sering kita jumpai setiap kali kita melihat peta atau denah. Nah, apakah skala itu? Lalu apa fungsi skala, lalu bagaimana cara menghitung skala. Simak terusnya pembahasan kita hari ini.


Pengertian dan fungsi Skala

Skala adalah perbandingan antara jarak pada peta dengan jarak sesungguhnya. Pada sebuah peta sering melihat skala pada bagian atas dengan tulisan “1 : 200.000” atau pada google map kita sering melihat skala ketika kita memperbesar (zoom) peta tesebut.

Skala digunakan untuk menunjukan jarak atau ukuran sebuah wilayah atau sebuah benda. Benda yang memiliki ukuran besar tentu tidak akan muat jika digambar pada sebuah kertas dengan ukuran sebenarnnya. Maka dibutuhkan skala yang bertujuan untuk memperkecil namun dengan ketentuan yang sudah diatur.

Skala berfungsi untuk memperlihatakan jarak atau ukuran sebuah wilayah atau sebuah benda pada gambar dengan ukuran yang sebenarnnya. Begitu juga sebaliknya, kita dapat mengetahui ukuran sebenarnya dengan mengetahui skala dan jarak pada peta. Bagimana carayanya, tetap lanjut untuk membaca.


Jenis skala yang harus diketahui

Terdapat tiga jenis skala secara umum. Namun yang paling sering kita lihat dan kita jumpai adalah skala angka. Namun ada dua skala lain yang jarang kita lihat. Berikut ini beberapa jenis skala yang harus kita ketahui.


1.       Skala Verbal

Skala verbal adalah skala yang digunakan untuk menunjukan jarak namun disampaikan secara langsung. Misalnya kamu diminta untuk menjelaskan jarak sekolah dengan jarak rumah dan jarak lapangan. Maka kamu sering menggunakan kata “dekat”, “lebih dekat”, dan “jauh”. Maka secara serderhana skala verbal adalah skala yang disampaikan secara lisan (langsung).

 2.       Skala garis

Skala garis adalah skala yang digunakan untuk menunjukan perbandingan jarak pada gambar (jarak pada peta) dengan jarak sesungguhnya namun dengan menggunakan garis. Skala garis bebentuk garis lurus terbagi menjadi beberapa titik dengan jarak yang sama.  Nah, garis-garis tersebut mewakili perbandingan antara jarak pada peta dengan jarak sesungguhanya.

 3.       Skala angka

Nah, sobat skala angka adalah skala yang paling sering kita jumpai. Pada skala angka, perbandingan antara jarak pada peta dengan jarak sebenarnya disimbolkan dengan angka misalnya “1 : 200.000”. Nah, pada kesempatan hari ini kita akan belajar menghitung skala angka.


Menghitung menggunakan rumus skala

Menghitung skala berguna untuk kita mengetahui jarak atau ukuran pada sebuah peta. Penulisan skala pada sebuah denah atau peta berbeda-beda. Ada yang menulis dengan “1 : 6.000.000” atau “1 : 40.000” tergantung pada penulisannya atau seseorang menggambarkan sebuah wilayah atau bendanya.

Nah, ada cara mudah mengingat rumus untuk menghitung skala. 




Yuk, kita berlatih!

Contoh 1 (Mencari skala)


    Jarak antara Bandung dan Jakarta adalah 150 km. Jika jarak pada peta adalah 5 cm tentukan skala pada peta?

    Diketahui :

    Jarak sebenarnya (JS)     = 150 km => ubah ke cm (sentimeter) => 150 x 100.000 = 15.000.000 cm

    Jarak pada peta (JP)        = 5 cm

    Ditanya :

    Skala

    Jawaban

    Rumus  Skala      =  Jarak pada peta : Jarak sebenannya

                             = 5 : 15.000.000 

    (bagilah kedua bilangan tersebut dengan bilangan yang sama, untuk mempermudah kamu menentukan bilangan pembaginnya maka langsung saja bagi dengan bilangan jarak pada peta yaitu 5. Maka 5 dibagi 5 hasilnya 1 dan 15.000.000 dibagi 5 hasilnya 3.000.000. Jadi

                                    = 1 : 3.000.000

    Maka skala pada gambar adalah 1 : 3.000.000


    Contoh 2 (mencari jarak sebenarnya)

    Jarak antara kota A dan kota B pada peta adalah 4 cm. Jika skala pada peta yang digunakan adalah 1:500.000, tentukan jarak kedua kota sebenarnya?

    Diketahui :

    Jarak pada peta                 = 4 cm

    Skala                                      = 1:500.000

    Diatanya :

    jarak sebenarnnya

    Jawaban

    Rumus jarak sebenarnnya            = jarak pada peta : skala


    (menghitung pembagian pada pecahan, nilai pembagi harus dibalik

     antarapembilang dan penyebut dan simbol berubah menjadi dikali.

     Sebatas informasi pada matematika ada tiga simbol pembagi yaitu  titik


     dua (:), garis miring (/), dan per 

          = 2.000.000 cm (harus diubah kesatuan jarak sebenarnya yaitu km) 

          = 20 km

    Jadi jarak sebenarnya adalah 20 km

     

    Nah, itulah  beberapa hal yang perlu kalian ketahui pada materi skala. Selamat mencoba, ya! Semoga artikel ini bermanfaat.